Halaman

Jumat, 26 Oktober 2018

12 Manfaat sempurna dari susu kambing etawa

12 Manfaat sempurna dari susu kambing etawa


Selain dari populernya pengkonsumsian susu sapi, susu kambingpun sekarang mulai banyak penggemarnya. Banyak yang mengkonsumsi susu kambing Etawa yang di percaya memiliki banyak sekali manfaat. Apa bedanya susu kambing etawa dengan susu sapi?
manfaat susu kambing etawa
manfaat susu kambing etawa via sehat.co
Penelitian yang dilakukan menyebutkan bahwa susu kambing memiliki kandungan yang paling lengkap dan susunan protein serta komposisinya hampir mirip dengan ASI, sehingga lebih memungkinkan bagi bayi untuk menerima susu kambing di bandingkan dengan susu sapi.
Butuh waktu lebih lama bagi tubuh kita untuk mencerna susu sapi sekitar 2 – 3, sedangkan susu kambing bisa dicerna hanya dalam 20 menit saja. Ini disebabkan karena komposisi serta struktur lemak susu kambing lebih lembut dari susu sapi, memudahkannya juga untuk tercampur dengan lebih merata. Sekarang banyak dikenal susu kambing etawa karena jenis kambing ini memang penghasil susu yang paling banyak diternakkan. Kita akan bahas beberapa manfaat dari susu kambing Etawa.

12 Manfaat dan khasiat lengkap dari susu kambing etawa yang telah terbukti banyak khasiat

1. Memperkuat tulang

Memperkuat tulang, mencegah pengapuran pengapuran tulang bagi lansia dan mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis), karena susu kambing merupakan sumber Kalsium dan asam amino triptofan. Kalsium pada susu kambing etawa lebih banyak dari pada susu sapi. Di dalam kandungan susu kambing etawa terdapat Sodium bio-organik yang berguna untuk menjaga persendian tetap lentur dan sehat.

2. Obat gangguan pernapasan

Sebagai obat untuk penderita gangguan prnapasan, seperti: TBC, Asma, Bronchitis, Pneumonia dll. Ini dikarenakan susu kambing etawa mengandung Flourin dan Betakasein. Selain itu, lemak di susu kambing lebih rendah sehingga tidak menumpuk seperti yang terjadi pada susu sapi, inilah yang meyebabkan penumpukan lender pada orang yang konsumsi susu sapi sehingga tidak cocok bagi orang yang mengalami masalah pernapasan.
obat ganguan pernapasan
obat ganguan pernapasan

3. Bagus untuk penderita Diabetes

Di dalam susu kambing etawa terdapat kandungan A2-betakasein dan asam amino esensia yang berfungsi untuk membantu kerja pankreas dalam menghasilkan insulin yang berguna bagi penderita diabetes.

4. Memperbaiki sistem pecernaan dan menurunkan berat badan

Susu kambing etawa memiliki kemampuan untuk menenangkan saluran pencernaan karena mengandung lemak protein yang berantai pendek sehingga lebih mudah dicerna dan tidak membuat iritasi pada usus. Mineral alkaline yang terkandung dapat membantu menetralisir asam lambung yang berlebihan (maag kronis).
Selain itu, dalam banyak kasus dapat menyembuhkan alergi pada saluran pencernaan bayi yang dia akibatkan alergi susu sapi. Susu kambing ini juga dapat menekan rasa lapar sehingga efektif dan cocok untuk menurunkan berat badan (diet). Kandungan protein yang baik membantu membakar lemak lebih cepat, jadi minumlah sesudah makan.

5. Tidak menyebabkan alergi

Susu kambing tidak menyebabkan alergi seperti susu sapi, karena tidak mengandung protein kompleks. Protein susu sapi Lactoglobulin yang ada pada susu sapi diduga sebagai penyebab terhadap kasus alergi yang terjadi. Sehingga banyak yang menggantinya dengan susu kedelai tapi ada sekitar 20 – 50% bayi juga masih alergi dengan susu kedelai.
Oleh karena itu susu kambing etawa lebih direkomendasikan sebagai pengganti susu sapi, karena lebih mudah diterima dan kandungan nutrisinya juga lebih lengkap jika dibandingkan dengan susu kedelai. Gelembung lemak yang ada pada susu kambing etawa hanya 1/9 dari yang dimiliki susu sapi, sehingga iritasi pada usus dapat dihindari.

6. Antiseptik

Kandungan fluorine yang besar pada susu kambing etawa sekitar 10 – 100 kali lebih besar dari susu sapi, bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakkan bakteri yang ada di dalam tubuh.

7. Mengandung asam lemak esensial

Susu kambing etawa mengandung sekitar 35% asam lemak esensial lebih tinggi jika dibandingkan dengan susu sapi yang hanya sekitar 17%. Selain itu, susu kambing etawa lebih terasa khasiatnya kalau diminum dalam keadaan yang masih mentah, bahkan bagi mereka yang tidak toleran laktosa. Asam lemak antimikroba seperti kaprilat dan asam kaprat ditemukan dalam susu kambing etawa juga berguna untuk memperbaiki sistem pencernaan.

8. Bagus untuk penderita darah tinggi, kolestrol dan jantung

Ada mitos yang mengatakan bahwa susu kambing tidak boleh dikonsumsi penderita hipertensi (darah tinggi), tapi itu tidaklah benar. Justru kandungan Kalium (Potassium) yang terkandung dalam susu kambing etawa justru berfungsi untuk mengontrol tekanan darah, menurunkan kadar kolestrol darah, bisa mengurangi resiko terkena penyakit jantung dan stroke, serta membantu mencegah radang pembuluh darah (aterosklerosis). Selain itu juga mengandung MCT (Medium Chain Trygliseride) yang membantu penyembuhan orang yang terkena stroke.

9. Menyehatkan kulit

Susu kambing etawa juga dijadikan produk perawatan kulit, seperti: sabun, masker wajah dan lulur. Kandungan susu kambing etawa berguna untuk menghaluskan kulit dan mengecilkan pori – pori di wajah sehingga kulit wajah terbebas dari berbagai masalah seperti jerawat. Juga dapat digunakan orang yang sedang mengalami alergi pada kulitnya.
manfaat susu etawa untuk kulit
manfaat susu etawa untuk kulit via Thinkstockphotos.com

10. Manfaat bagi otak

Susu sapi tidak mengandung pra bentuk vitamin A yang dimiliki oleh susu kambing etawa, pra bentuk vitamin A lebih mudah diserap dan disimpan dalam tubuh. Kolestrol sangat penting untuk menjaga kesehatan dari mielin yang ada di otak, tidak seperti kolestrol yang terdapat pada susu sapi, kolestrol yang terkandung pada susu kambing etawa lebih cepat diserap sehingga lebih bermanfaat bagi tubuh dan otak. Riboflavin (vitamin B2) dan B3 yang terdapat di susu kambing etawa memiliki kemampuan untuk menumbuhkembangkan sel otak dan sel sistem syaraf sehingga baik bagi kecerdasan anak dan menurunkan frekuensi terkena serangan migrain, juga sebagai penambah energi saat sedang diet.

11. Kandungan protein yang tinggi

Kandungan protein pada susu kambing etawa lebih besar dari susu sapi, menempati urutan ke 2 setelah telur dan hampir setara dengan sapi. Maka, para dokter menganjurkan untuk memberikan susu kambing pada anak yang baru disapih, mengingat resiko alergi akibat protein kompleks serta kandungan laktosa yang rendah, meminimalkan efek alergi serta diare. Dapat juga diminum oleh ibu hamil karena bisa melancarkan ASI.

12. Kandungan nutrisi lain yang juga bermanfaat

Mengandung cynokobalamin sebagai pembentuk zat HB yang berguna bagi penderita talasemia, demam berdarah, dan anemia. Terdapat juga enzim xanthine oxydase dan niasin (vitamin B3) yang berfungsi untuk mengatasi sel kanker atau tumor dan juga bisa digunakan untuk mengurangi efek toksin yang ditimbulkan dari kemoterapi.
Waah, banyak banget kan manfaat dari susu kambing etawa. Memang banyak yang bilang untuk meminumnya saat masih mentah, alias baru diperah. Tapi sudah jarang susu yang di jual langsung setelah diperah, kebanyakan hanya ada di daerah-daerah yang dekat dengan peternakan. Selain itu, peminat susu kambing etawa murni sangat kurang, mengingat baunya yang kurang enak, masih bau kambing dan enggannya orang minum susu mentah karena takut masih terdapat bakteri. Sehingga yang banyak dijual adalah susu kambing etawa yang sudah diproses atau dimasak sehingga tidak bau amis kambing lagi, bahkan sudah ada yang memproduksi dalam bentuk bubuknyadan tinggal diseduh.
Yah, walaupun sudah diolah, khasiat serta kandungannya sama kok dengan yang masih murni. Yang penting kerutinan kita dalam meminumnya, 1 gelas setiap harinya. Harga susu kambing etawa lebih mahal dari pada susu sapi, tapi sebanding kok dengan khasiat serta kandungannya yang melebihi susu sapi.

kenali perawatan kambing saat hamil

Masa perawatan Kambing Hamil menjelang Melahirkan


Kali ini kita akan membahas caranya merawat kambing yang sedang hamil atau bunting sampai pada melahirkan. Dalam usaha beternak kambing, setelah kambing dikawinkan maka kambing pasti akan mengalami masa kebuntingan atau hamil. Pada masa ini kambing membutuhkan perawatan berbeda dari kambing biasa pada umumnya, jadi penting untuk tau ciri-ciri kambing yang sedang hamil. Pada saat melahirkan, kita juga perlu tau tandanya agar dapat memastikan apakah proses kelahirannya normal atau harus dibantu.
kambing hamil
kambing hamil
Baca juga

Masa Kehamilan Pada Kambing

Masa kehamilan pada kambing di bagi menjadi 2 periode, periode pertama saat kehamilan berusia 2-3 bulan (hamil muda) dan periode kedua 1-2 bulan sebelum melahirkan atau saat usia kandungan 4-5 bulan (hamil tua).
Tanda Kambing sedang Hamil
Pada periode pertama kehamilan kambing, belum terlihat jelas perbedaan fisik yang nyata. Apalagi jika kambing tersebut adalah kambing dara atau kambing yang baru pertama kali hamil. Ukuran ambingnya pun masih kecil, sehingga sulit untuk menentukan apakah kambing dara tersebut sedang hamil atau tidak.
Tapi biasanya kambing yang sedang hamil memiliki ciri: jinak, lenih tenang dan tidak gelisah. Kulitnya berubah jadi kendor atau lemas, pusar di perut melebar, bulu rontok dan agak mengkilap. Nafsu makannya pun menjadi bertambah, sehigga badan si kambing menjadi agak gemuk. Barulah saat kehamilan kambing memasuki usia 3 bulan mulai terlihat perubahan yang nyata dari bentuk badannya, seperti perut kambing yang semakin membesar seiring usia kehamilan yang semakin tua.
Ada cara sederhana untuk mengetahui apakah kambing sedang hamil atau tidak. Pertama ikat leher kambing dengan tali pada tiang agar tidak lari, kemudian tutup hidung dan mulut kambing dengan tangan secara rapat. Jika dalam hitungan 30 detik si kambing terkencing-kencing berarti si kambing sedang hamil sekitar 1-2 bulan, jika dalam waktu 20 detik si kambing sudah terkencing-kencing berarti kambing diperkirakan sedang hamil 3-4 bulan dan kalau dalam waktu 10 detik saja kambing sudah terkencing-kencing berarti kambing sedang hamil tua sekitar 5 bulan. Cara ini diajarkan dan sudah dipraktekan oleh seorang mantri hewan yang sedang memeriksa kambing di Etawa Farm.
Sedangkan kambing yang sudah pernah beranak lebih mudah lagi dikenali, kehamilannya bahkan saat usia kehamilannya kurang dari 2 bulan. Ambing susu membesar, jika diperah akan keluar cairan bening yang lengket di kulit dan pada usia kehamilan yang lebih tua cairan tersebut berubah menjadi warna kuning transparan. Pusar di perutnya melebar, nafsu makan bertambah dan perutnya yang membesar.
Perawatan Kambing yang Hamil
Langkah selanjutnya adalah perhatian khusus pada kambing yang sedang hamil. Perhatian khusus tersebut mencakup perawatn dan pemberian pakan, bertujuan meminimalisir terjadinya keguguran atau Keluron, serta kesulitan proses kelahiran nantinya yang bisa membahayakan kambing.
Kambing hamil harus di tempatkan pada kandang yang terpisah untuk menghindari gangguan dari kambing lain. Harus di jauhi dari perkelahian agar tidak terkena pukulan atau tandukan kambing lainnya. Lantai kandang tidak boleh licin agar si kambing tidak tergelincir, kandang juga harus cukup luas agar si kambing leluasa bergerak. Selain itu, kandangnya juga harus dapat sinar matahari yang cukup setiap hari, agar induk kambing tetap sehat dan kuat sampai tiba saat kelahiran.
Kambing yang hamil perlu sesekali di keluarkan dari kandang, tapi hati-hati saat mengeluarkannya jangan sampai si kambing terjatuh atau meloncat tiba-tiba yang bisa membahayakan kandungannya. Hal ini diperlukan agar kambing bisa berolahraga atau berjalan-jalan. Sehingga kambing tidak menjadi terlalu gemuk karena kurang bergerak dan bisa mengakibatkan peredaran darah kurang lancar serta membuat proses kelahirannya sulit. Hindari suasana yang ramai atau bising, bisa mengakibatkan si kambing tidak nyaman atau stres dan bisa berakibat keguguran.
Pakan yang dibutuhkan kambing kambing hamil pasti bertambah seiring usia kehamilannya, peningkatan kualitas dan kuantitas pakan hendaknya diberikan mulai usia kehamilan 2-3 bulan. Pada usia inilah janin dalam kandungan semakin cepat tumbuh dan butuh pasokan makanan bergizi yang banyak. Selain itu, kelenjar susu kambing mulai memproduksi susu seiring ditandai membesarnya ambing. Tapi, jangan memberikan makan yang berlebihan agar janinnya tidak terlalu besar sehingga membuat sulit proses kelahiran.
Pemberian pakan hijauan yang berkualitas lebih diutamakan, sekitar 15-20% dari bobot tubuh dan diberikan 2-3 kali sehari. Sangat tidak disarankan pemberian daunan yang banyak mengandung getah seperti: daun kapuk, daun waru dan daun singkong. Karena mengandung kadar air yang tinggi, mengakibatkan kambing jadi sering kencing berarti sering melakukan kontraksi atau ngeden dan dikhawatirkan bagi kambing yang kandungannya lemah bisa mengalami keguguran. Jika kebutuhan hijauan berkualitas dapat terpenuhi, pemberian konsentrat tidak diperlukan. Tapi saat memasuki periode kedua kehamilan atau saat usia kandungannya 4-5 bulan, kebutuhan nutrisi induk meningkat tajam jadi pemberian konsentrat perlu dipertimbangkan. Konsentrat atau pakan tambahan bisa diberikan secukupnya dan jangan terlalu sering, sekitar 1-2 kali saja dalam seminggu dengan ukuran 0,5-1 kg sudah mencukupi kebutuhan kambing hamil. Sama seperti daun bergetah yang harus di hindari karena kadar airnya yang tinggi, maka tidak disarankan juga memberikan konsentrat dengan kadar air yang tinggi semisal ampas tahu.

Menjelang Kelahiran

Tanda Kambing yang akan Melahirkan
Lama kehamilan kambing adalah sekitar 150 hari atau 5 bulan, biasanya ditandai dengan perubahan fisik dan perilakunya. Keadaan perut yang menurun, ambing membesar dan puting susu terisi penuh. Vagina berlendir, bengkak dan memerah. Pinggul mengendur, nafsu makan berkurang, sering kencing, gelisah serta sering menggaruk-garukan kaki depan ke lantai kandang atau ke tanah. Sering memperhatikan bagian belakang sambal mengembik.
Jika keadaanya sudah seperti ini, harus segera buat persiapan untuk proses kelahiran. Membersihkan kandang adalah hal utama, kemudian mempersiapkan kandang untuk proses kelahiran. Kandang diberi alas yang kering, bersih dan menyerap air, seperti: karung goni atau jerami kering. Bertujuan agar cairan yang keluar saat proses kelahiran nanti bisa langsung terserap di alasnya. Persiapkan juga Yodium, untuk dioleskan pada bekas potongan pusar.
Proses Melahirkan
Anak kambing yang dilahirkan biasanya berjumlah 2 ekor, tapi dalam situasi tertentu kambing bisa melahirkan 1, 3 bahkan 4 ekor anak kambing. Proses kelahirannya jika berlangsung normal hanya memakan waktu 15-30 menit saja. Proses kelahiran diawali dengan keluarnya ketuban dari vagina induk yang berbentuk bulat seperti bola berisi air, tidak lama kemudian gelembung tersebut akan pecah di ikuti proses keluarnya anak kambing tersebut. Posisi anak yang normal biasanya 2 kaki depan keluar lebih dulu, kemudian diikuti dengan bagian kepala hingga seluruhnya keluar sempurna. Kalaupun 2 kaki belakang keluar lebih dulu, ini masih dikategorikan posisi anak yang normal.
Tapi, setelah 45 menit setelah ketuban pecahdan belum ada tanda-tanda anak yang keluar, berarti ada kelainan dan proses kelahiran harus segera dibantu. Langkahnya sebagai berikut: alat kelamin induk kambing dan daerah sekitarnya dibersihkan menggunakan sabun. Pastikan tangan kita bersih dan kuku kita pendek, potonglah kuku jika panjang.  Bersihkan tangan kita dengan sabun dan masukkan tangan kita dengan menguncup ke dalam alat kelamin kambing secara pelan dan hati-hati. Jangan khawatir tangan kita pasti bisa masuk, karena organ kelahiran tersebut sangat elastis. Pastikan posisi anak kambing benar. Jika kakinya tertekuk, upayakan meraih kaki yang tertekuk menggunakan jari telunjuk. Kepalanya berada diantara jari telunjuk dan jari tengah kita, jika sulit maka sedikit dorong bagian kepala kedalam. Kemudian secara perlahan raihlah kaki yang tertekuk tersebut, posisikan kedua kaki depan sejajar. Kemudian tarik keluar si anak kambing secara perlahan, sambal mengikuti dorongan dari induk dan jangan menarik paksa tanpa ada dorongan dari sang induk.
Kesulitan melahirkan bisa disebakan beberapa faktor, seperti: induk memiliki pinggul yang sempit, ukuran tubuh anak terlalu besar, anak mati dalam kandungan atau kondisi induk yang tidak sehat. Selain itu, posisi anak yang tidak normal juga bisa menghambat proses kelahiran. Misalnya: salah satu kaki tertekuk, kepala menengok ke belakang, posisi anak melingkar atau terbalik dan anak kembar yang tidak normal.
Perawatan Setelah Kelahiran
Setelah anak kambing lahir, ari-ari dan lendir yang bercampur darah akan keluar dalam 24 jam setelah kelahiran. Langkah selanjutnya adalah memotong tali pusar anak kambing menggunakan gunting yang steril. Pusar dipotong sepanjang 5 cm dan bekas luka pemotongannya diolesi dengan Yodium. Sang induk biasanya akan menjilati anaknya sampai kering. Tapi jika tidak, kita perlu membersihkan cairan yang ada di sekitar tubuhnya dengan menggunakan lap kering dan bersih. Hidung dan mulutnya juga harus segera dibersihkan dari lendir dan selaput-selaput.
Induk kambing juga harus dibersihkan terutama pada bagian-bagian yang terkena darah atau sisa-sisa cairan post partus, seperti: bagian pantat, kemaluan, ekor, ambing. Bagian-bagian tersebut harus dibersihkan dengan air atau air hangat sampai bersih. Bertujuan untuk menghilangkan darah atau cairan yang masih menempel. Karena darah atau cairan tersebut bisa mengundang hinggapnya lalat-lalat yang dapat menjadi vektor dari ulat dan bisa menyebabkan penyakit Myasis. Memberi induk kambing makanan yang cukup dan baik yang dapat membantu pemulihan, serta memenuhi produksi air susu. Bila kondisi sang induk lemah, dapat disuntikkan vitamin dan terapi suportif lainnya.

Cara ternak kambing, baca dibawah ini untuk mendapatkan pedoman lengkap

ternak kambing untk pemula

Selain dari daging sapi, daging kambing pun banyak penggemarnya di kalangan masyarakat kita. Daging kambing memang terkenal dengan baunya yang prengus, tapi kalau bisa mengolahnya bisa menjadi makanan yang lezat. Bisa di jadikan sate, sop, gulai, tongseng, soto, kambing guling sampai nasi kambing kebuli. Sluurp… memikirkannya saja sudah bikin ngiler.
Semakin banyak peminat dan meningkatnya daya beli masyarakat membuat permintaan daging kambing di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Permintaan daging kambing di pasaran belum terpenuhi kebutuhannya, sehingga kita masih harus melakukan impor daging kambing. Maka beternak kambing potong bisa jadi pilihan yang baik, mengingat tingginya kebutuhan dan permintaan pasar.
Selain itu, dalam beternak kambing bukan hanya daging kambing tapi juga susu hingga kotorannya pun dapat di jual untuk dijadikan pupuk organik. Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk beternak kambing potong, tapi perawatan yang baik dan benar bisa memberikan hasil yang maksimal. Jadi, apa saja yang perlu dilakukan dalam memulai beternak kambing potong? Artikel ini akan membahas beberapa hal yang penting untuk diperhatikan agar kambing peliharaan kita bisa memenuhi secara kualitas maupun kuantitas.

Cara ternak kambing, baca dibawah ini untuk mendapatkan pedoman lengkap

Kandang ternak kambing

Jika ingin beternak kambing tentu hal pertama yang harus di perhatikan juga adalah kualitas dari kandang yang akan di gunakan untuk tempat kambing. Ukurannya harus sesuai dengan jumlah kambing yang akan kita pelihara. Pastikan kandang yang kita buat juga sudah memenuhi standar kualitas, yaitu: kandang harus memudahkan kita melakukan pengawasan terhadap kambing yang ada pada kandang, memudahkan kita dalam pemberian pakan dan aman serta kuat bagi si kambing.
Kandang yang ingin di buat hendaknya berjarak 10 meter dari rumah agar menghindari bau yang tidak sedap yang dapat mengganggu aktifitas sehari – hari.
kandang ternak kambing
kandang ternak kambing
Pada umumnya tipe kandang yang baik bagi ternak kambing adalah yang berbentuk panggung. Dimana di bagian bawah kandang ada kolong untuk menampung kotoran, menghindari kebecekan serta kontak langsung dengan tanah yang bisa jadi tercemar penyakit. Lantai kandang di tinggikan antara 1 – 2 meter, bak untuk pakan dapat di tempelkan pada dinding kandang dengan ketinggiannya sebahu kambing.
Dasar kolong kandang bagian pinggir di gali sedalam ±20 cm dan 30-50 cm pada bagian tengah serta di buatkan saluran yang menuju bak penampung kotoran yang selanjutnya dapat di proses untuk menjadi pupuk kandang.
Ukuran kandang: jika ingin memelihara kambing terpisah, bisa dengan ukuran 1,5 x 1,5 meter untuk 1 ekor kambing dewasa, jika kambing masih kecil tapi sudah di sapih bisa muat 2 ekor kambing. Sedangkan bagi kambing yang baru di lahirkan, kandang ini cukup utuk 2 ekor kambing kecil beserta induknya.
Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan kandang agar kambing tidak mudah terserang penyakit. Jika kandang sudah pernah digunakan oleh kambing yang terserang penyakit, lebih baik kandang di desinfektan terlebih dulu. Tapi kalo kambingnya sehat cukup di cuci menggunakan air bersih saja. Kandang dan lingkungan disekitarnya juga tidak boleh lembab dan juga bebas dari genangan air, agar tidak di jadikan sarang nyamuk atau hewan sejenis lain yang dapat menggigit dan menghisap darah si kambing.

Pemilihan bibit yang bagus

Ada 2 jenis kambing potong yang sering di ternakkan dan paling populer, yaitu: kambing Kacang atau sering di kenal juga sebagai kambing Jawa dan kambing Etawa.
Kambing Kacang / kambing Jawa cirinya adalah badannya kecil dan relatif pendek, telinganya juga pendek dan tegak, baik jantan maupun betinanya memiliki sepasang tanduk, lehernya yang pendek dan punggung meninggi, warna bulu bervariasi, ada yang tunggal hitam, coklat, merah atau belang hitam putih dan rasa kambing ini juga enak, banyak yang menyukainya. Jenis kambing ini lebih mudah perawatannya karena lebih tahan terhadap penyakit dan memiliki presentase perkembangbiakan yang bagus.
Sedangkan kambing Etawa ukuran tubuhnya lebih tinggi dan lebih besar serta telinganya memanjang ke bawah sepanjang 15 – 30 cm. Bagian hidung ke atas melengkung dan warna bulunya bervariasi antara coklat, putih dan hitam adalah yang paling sering dijumpai. Bagi kambing jantan memiliki bulu tebal dan agak panjang di daerah pundak dan di bawah leher, sedangkan kambing betinanya di bagian bawah ekor. Kambing ini bisa menghasilkan susu yang banyak, sehingga sering di gunakan juga sebagai penghasil susu. Tapi, kambing ini juga sangat cocok untuk di jadikan sebagai kambing penghasil daging.
Setelah mengenal jenis kambing yang akan di pelihara barulah memilih bibit yang berkualitas dan di butuhkan ketelitian, tentunya kita tidak ingin salah memilih kambing yang terkena penyakit dan bahkan bisa menular. Usia kambing yang di jadikan bibit harus sudah mencapai 4 bulan, karena pada saat itu kambing sudah berkonsentrasi pada pembentukan daging dan lebih mudah untuk di gemukkan.
Pilihlah yang bulunya mengkilap, matanya bening, tidak cacat, kakinya lurus kokoh dan tumitnya terlihat tinggi. Mulut dan hidung bersih tidak berlendir, sebagai tanda kambing tidak penyakitan, anusnya pun bersih. Garis pinggang dan garis punggung tulang belakang lurus, tidak melengkukng ke bawah. Usia ideal penggemukkan adalah sekitar 8 – 12 bulan. Ukuran badannya juga normal tidak kurus maupun terlalu gemuk / kelebihan. Sebaiknya juga pilih yang bentuk ekornya melebar bukan yang berbentuk seperti cambuk. Menurut para peternak, kambing yang memiliki ekor berbentuk cambuk pembentukan dagingya tidak terlalu maksimal / terlalu lamban. Sedangkan kambing yang memiliki bentuk ekor melebar lebih maksimal dalam pembentukan daging, yaitu sekitar 3 bulan.

Pemilihan pakan yang mencukupi kebutuhan gizi

Pakan adalah hal yang terpenting untuk menunjang proses penggemukan kambing, yaitu suatu aktivitas pemeliharaan kambing yang sebelumnya dalam kondisi kurus selanjutnya di tingkatkan berat badannya melalui proses pembesaran daging yang memakan waktu sekitar 3 – 5 bulan lamanya.
Makanan kambing biasanya berupa hijau – hijauan segar, seperti: rumput, daun lamtoro, daun turi, daun singkong yang berprotein cukup tinggi, daun nangka dan daun pepaya. Tapi sebelum memberikan daun – daunan hijau pada kambing sebaiknya di lakukan penjemuran atau di layukan terlebih dahulu, sekitar 2 – 3 jam di bawah terik matahari yang bertujuan untuk menetralkan kemungkinan racun berbahaya yang ada di dalam daun – daunan hiaju tersebut.
Jika kambing sampai keracunan, si kambing bisa mabok, sakit dan bahkan mengalami kematian. Selain itu, kambing juga bisa diberi jerami (dari tanaman jagung, kedelai, padi, tebu atau yang lainnya), kulit umbi – umbian (seperti kulit singkong, ubi jalar dan yang lainnya), kulit kacang – kacangan (bisa kacang tanah ataupun kulit kopi), serta sayur – sayuran sisa dari pasar.
pakan kambing bergizi
pakan kambing bergizi
Kambing juga membutuhkan makanan padat atau konsentrat yang berguna untuk mempercepat penggemukan. Bisa di beli di toko pakan ternak atau di ganti menggunakan bekatul, ampas tahu dan ketela pohon yang sudah di cacah dengan perbandingan 40% : 40% : 20% . Kombinasi bahan tersebut harus mencapai 3 kg, karena sebanyak itulah yang harus di konsumsi 1 ekor kambing per harinya.
Kambing di beri makan 2 kali sehari, jam 8 pagi dan jam 4 sore. Pakan hijau – hijauan tidak di anjurkan di berikan bersamaan dengan pakan konsentrat, karena kandungan nutrisinya berbeda. Di sarankan, sebaiknya pakan konsentrat di berikan saat kambing sudah banyak mengkonsumsi hijau – hijauan, tapi belum juga terlihat kenyang. Jangan lupa juga untuk memberi minum dengan air bersih sekitar pukul 3 sore. Minuman yang paling bagus adalah air cucian beras yang sudah di campur dengan sedikit bekatul atau dedak.
Selain di berikan rumput, daun hijau dan juga makanan konsentrat. Kambing masih membutuhkan pakan pelengkap dengnan kandungan gizi ternak yang belum terdapat pada 3 jenis makanan sebelumnya. Pemberian pakan pelengkap ini bertujuan untuk lebih mengoptimalkan lagi pertumbuhan, kesehatan dan produksi ternak. Kambing dapat di berikan suplemen makanan yang mengandung asam amino esensial pembentuk sel dan organ tubuh, mengandung vitamin lengkap yang berguna untuk daya tahan tubuh dari serangan penyakit, serta mineral – mineral pelengkap (N, P, K, Ca, Mg, Cl dll) sebagai penyusun tulang dan darah, juga memperlancar proses metabolisme dalam tubuh. Bisa menggunakan suplemen merek Viterna yang bisa di larutkan bersamaan air atau pakan ternak yang akan di berikan.

Pemeliharaan kesehatan

Setelah kebutuhan pakan yang lengkap dan bergizi sudah tercukupi, selanjutnya adalah pemeliharaan atau perawatan si kambing. Tindakan pertama yang bisa kita lakukan adalah melakukan pencegahan terhadap penyakit yang bisa menyerang kambing peliharaan kita, seperti menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitarnya. Menurut pengalaman menjaga kebersihan kandang, memberi makanan sehat dan perawatan yang baik bisa menghilangkan bau pada kandang dan tubuh si kambing lho.
Lahan yang digunakan untuk memelihara atau yang di jadikan kandang harus bebas dari penyakit menular. Kambing yang di duga bulunya membawa penyakit sebaiknya di mandikan terlebih dahulu dan di gosok dengan larutan sabun karbol, Neguvon, Bacticol Pour, Triatex atau Granade 5% dengan konsentrat 4,5 gram untuk 3 liter air. Untuk membasmi kutu pada kambing, dapat di mandikan dengan larutan Asuntol dengan konsentrasi 3 – 6 gram untuk di larutkan pada 3 liter air.
memandikan kambing
memandikan kambing
Perlunya di lakukan vaksinasi secara rutin yang bertujuan untuk mencegah terjangkit penyakit yang di sebabkan oleh virus. Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang kambing adalah: penyakit Parasit (cacingan, kudis, kutu), penyakit Bakterial (antraks, busuk kuku, cacar mulut), penyakit Virus (orf), penyakit lain seperti keracunan sianida, kembung perut dan keguguran. Jika tidak segera di atasi bahkan bisa menyebabkan kematian.
Maka perlunya pengamatan atau pemantauan pada ternak, jadi saat terdapat gejala penyakit tersebut terlihat pada kambing peliharaan kita, kita bisa segera tahu dan memastikan jenis penyakitnya serta cara pengobatannya sehingga mencegah penyakit tersebut menular ke kambing yang lainnya.

Cara reproduksi atau waktu kawin

Setelah semua persiapan, perawatan dan pemeliharaan baik dan benar yang sudah kita lakukan, hari demi hari si kambing akan tumbuh besar dan cukup dewasa untuk di kawinkan. Biasanya kambing potong yang berumur 8 – 10 bulan sudah siap untuk di kawinkan, tanda – tandanya adalah: kegelisahan, alat kelamin kambing menjadi kemerahan dan bengkak, ekor yang di gerak – gerakkan, dan juga berkurangnya nafsu makan.
Setelah di kawinkan kambing akan mengandung selama 5 – 6 bulan, lalu penanganan pada proses kelahiran juga di butuhkan. Kita perlu perhatikan tanda – tanda dari kambing potong yang ingin melahirkan, biasanya kambing akan menggaruk – garuk lantai kandang dan terlihat gelisah. Dalam hal ini, kita juga harus turut serta dalam proses kelahiran untuk menghindari hal- hal yang tidak di inginkan. Dengan pengelolaan yang baik kambing dapat melahirkan setiap 7 bulan sekali dan sekali melahirkan dapat menghasilkan 1 – 4 ekor anak kambing. Setelah 1 bulan semenjak sang induk kambing melahirkan maka induk kambing sudah bisa kita kawinkan kembali dengan kambing pejantan.
reproduksi kambing
reproduksi kambing via bandungkambingetawa.wordpress.com
Setelah proses kelahiran, anak kambing yang baru lahir tersebut juga perlu perawatan yang baik dan benar. Memastikan sang anak mendapat susu dari si induk, agar si anak memperoleh asupan susu yang tepat dari sang induk karena terkadang si induk enggan menyusui anaknya, ini bisa menyebabkan anak kambing kekurangan gizi. Jika keadaannya seperti itu, kita bisa memberi si anak kambing susu buatan. Biasanya penyapihan anak kambing bisa di lakukan setelah usianya mencapai 3 – 4 bulan, setelah itu anakan kambing ini dapat di jual sebagai bakalan bibit. Sedangkan setelah umur 10 bulan ke atas barulah kambing dapat di panen untuk di ambil dagingnya.
Beternak kambing ini relatif mudah untuk di lakukan, kan? Sebenarnya kalau pemilihan bibitnya benar sehingga mendapatkan bibit yang bagus dan sehat, serta kebersihan kandang yang kita selalu jaga maka tidak perlu khawatir akan penyakit yang mengancam. Karena pada kenyataannya saat beternak kambing, kematian kambing mencapai 0% yang penting kita tidak lalai dan mengikuti ketentuan yang sudah ada dan jangan melakukan banyak percobaan atau eksperimen, maka situasinya akan aman terkendali. Memang di butuhkan ketekunan dan kesabaran dalam beternak kambing, karena waktu yang di butuhkan sampai dengan masa panen cukup lama. Tapi hasilnya juga lumayan kok. Menurut beberapa peternak hasil keuntungan yang besar memang di dapatkan jika kambing yang kita pelihara lebih dari 2 ekor. Jadi, buat kamu yang mau langsung merasakan untung besar, siap – siap untuk keluarkan modal yang cukup besar. Tapi bagi kamu yang baru sekedar coba – coba, cukup kok pelihara sepasang saja.

si tangguh kambing boer

Mengenal si tangguh kambing boer


Kambing Boer adalah salah satu jenis kambing pedaging, kambing import berasal dari Afrika Selatan. Dibandingkan dengan kambing pedaging lokal lainnya, pertumbuhan kambing boer sangat cepat antara 0,02 – 0,04 kg per hari dan presentase daging karkas pada kambing boer jauh lebih tinggi. Bisa mencapai sekitar 40 – 50% dari berat tubuhnya, sedangkan kambing pedaging lokal presentasenya hanya sekitar 30% saja.
Bobot tubuh kambing boer lebih besar sekitar 35 – 45 kg pada saat usianya 6 – 8 bulan saja, sedangkan di usia yang sama kambing jenis lain hanya berbobot sekitar 25 – 30 kg saja. Sehingga banyak yang menjuluki kambing boer sebagai “kambing pedaging yang sesungguhnya” dan lebih memilih daging jenis ini untuk dijual dalam bentuk hasil olahan makanan, sebab lebih menguntungkan.
Ciri yang khas dari kambing boer yang membedakannya dari jenis kambing lainnya adalah bentuk tubuhnya yang lebar, dalam dan panjang. Kambing boer juga memiliki hidung yang cembung, telinga yang panjang menggantung dan kakinya yang pendek. Kepala kambing boer warnanya coklat kemerahan, coklat muda atau coklat tua, tapi warna bulu badannya putih. Meskipun begitu kulitnya berwarna coklat yang berguna untuk melindungi dari kanker kulit yang disebabkan sengatan sinar matahari langsung, karena si kambing boer ini gemar berjemur di siang hari. Beberapa kambing boer juga punya garis putih ke bawah yang ada di daerah sekitar wajahnya.

Sekilas tentang kambing boer

Kambing boer jantan maupun betina sama – sama memiliki tanduk, yang membedakan adalah bobotnya. Kambing boer jantan saat dewasa bisa mencapai bobot sekitar 120 – 150 kg sedangkan betina dewasanya sekitar 80 – 90 kg saja. Kambing boer betina juga lebih feminin dengan bentuk kepala dan leher yang ramping serta cenderung jinak dibanding jantannya. Pejantan kambing boer juga berbau sangat tajam yang bertujuan untuk memikat sang betina, bentuk tubuhnya lebih kokoh dan kuat, pundaknya luas dengan pantat yang berotot.
Usia produktif kambing boer bisa mencapai sekitar 7 – 8 tahun dan bisa hidup mencapai belasan tahun. Kambing boer tahan penyakit dan mudah beradaptasi dengann perubahan suhu di lingkungan sekitar mereka. Mereka bisa hidup di lingkungan yang bersuhu ekstrem dari suhu dingin -250c hingga suhu terpanas mencapai 43 0c. Habitat mereka adalah di kawasan semak belukar, lereng gunung yang berbatu atau di padang rumput, jadi secara alamiah mereka mereka lebih menyukai daun – daunan ketimbang rumput.

Perawatan

Kambing boer adalah jenis kambing pedaging dengan bobot yang besar pula, tapi itu pun juga bergantung pada cara kita merawatnya juga. Kandang yang bersih, pakan yeng tepat dan vitamin yang diberikan akan sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas dari si kambing. Berikut hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan ternak kambing boer.

Kandang

Kandang pemeliharaan kambing boer haruslah luas, mengingat tubuhnya yang akan bertumbuh besar. Kandang berukuran 200 m2 cukup untuk dihuni sekitar 50 ekor kambing boer. Kandang umumnya dibuat berbentuk panggung agar mudah untuk dibersihkan dan kandang kambing tidak lembab agar kambing selalu sehat. Kandang dapat dibuat dari potongan kayu yang dibentuk bulat pipih dan alasnya bisa terbuat dari bambu.
kandang kambing boer
kandang kambing boer
Kebersihan kandang adalah hal yang penting, meskipun kambing boer adalah jenis kambing yang tahan penyakit, kandang tetap harus dibersihkan secara rutin. Kandang perlu dibersihkan seminggu sekali atau 2 hari sekali dengan cara disapu dan sebulan sekali dibersihkan dengan cara penyemprotan desinfektan.

Pakan

Sebenarnya pakan kambing boer tidak jauh berbeda dengan pakan jenis kambing lain, yaitu berupa hijau – hijauan. Bisa diberikan rumput gajah, daun lamtoro, kaliandra, daun nangka, daun kacang dan daun singkong atau pakan berprotein yang alami lainnya. Pakan bisa di campur atau bervariasi setiap harinya agar kambing tidak bosan. Saat musim kemarau, kambing juga bisa diberikan pelepah pisang, daun jati, daun jati dan daun bambu yang sudah kering. Pakan yang diberikan sebanyak 2 – 4 kg per ekor dan dapat diberikan 2 – 3 kali sehari.
pakan kambing boer
pakan kambing boer via www.oregonlive.com
Jangan lupa berikan pakan konsentrat juga agar kambing lebih cepat gemuk, sebanyak 1 % dari bobot kambing, biasanya diberikannya seminggu sekali. Konsentrat bisa dari campuran ampas kopi, dedak padi halus, molase, tepung jagung dan tepung kedelai. Walau tahan penyakit, tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan dengan memberikan vitamin B1 dan B kompleks sebulan sekali bersamaan dengan pemberian konsentrat.

Pencegahan penyakit

Kambing dapat dimandikan kering setiap 2 minggu sekali dan dimandikan basah setiap sebulan sekali. Potonglah kuku si kambing setiap sebulan sekali dan berikan vaksinasi untuk mencegah penyakit serius. Bisa juga berikan Vitamin A, D3 dan E setiap 2 minggu sekali. Kambing biasa mengalami kembung dan diare, penyebabnya adalah terlalu banyak memberikan hijauan yang terlalu muda. Maka, saat memberi makan hijauan ingat untuk tidak memberikannya dalm keadaan basah atau masih segar. Sebaiknya, dilayukan terlebih dahulu dengan dibiarkan semalaman atau dijemur 3 – 4 jam. Carilah daun yang sudah agak tua berwarna agak kekuningan jangan yang masih muda, hijau dan segar.
Penyakit yang menyerang kambing boer biasanya penyakit yang cukup ringan, sehingga tidak sampai mengakibatkan kematian pada kambing. Misalnya seperti penyakit kulit scabies dan orf (nanah pada moncong dan bibir kambing). Pada penanganan scabies, kambing yang sakit dipisahkan terlebih dahulu, baru dioles belerang dan minyak goreng. Sedangkan untuk kambing yang sakit orf, biasanya bekas lukanya dikeletek terlebih dulu baru kemudian diberi obat merah seperti Betadine.

Perkawinan

Kambing boer pejantan sudah dapat dikawinkan saat berusia 7 – 8 bulan, sedangkan betinanya baru bisa dikawinkan pada umur 10 – 12 bulan. Saat pejantan berumur 3 bulan sebaiknya dipisahkan kandangnya dari betina agar tidak terjadi perkawinan yang tidak diinginkan. Banyak peternak yang memilih untuk melakukan kawin suntik ( Inseminasi Buatan atau IB ) karena dianggap lebih praktis dan lebih mudah. ( baca juga : Pedoman lengkap beternak kambing untuk pebisnis pemula )
Setelah dikawinkan kambing akan mengandung selama 5 bulan dan melahirkan 1 – 2 anak pada perkawinan pertamanya saat usia 1 tahunan. Barulah saat perkawinan keduanya kambing boer betina dapat menghasilkan 2 – 4 anak. Kambing boer betina mampu melahirkan sebanyak 3 kali dalam kurun waktu 2 tahun. Kambing boer kawinnya tidak musiman, jadi sudah dapat dikawinkan lagi setelah tiga bulan melahirkan. Tanda kambing yang siap kawin adalah ekornya yang bergerak – gerak cepat atau disebut juga “flagging”.
proses perkawinan kambing boer
proses perkawinan kambing boer via heedleyshens.wordpress.com
Induk boer betina dapat menghasilkan susu dengan kandungan lemak sangat tinggi yang cukup untuk disusu anak-anaknya, tapi ketika si anak berumur 2,5 – 3,5 bulan susu si induk sudah mulai mengering dan bisa disapih. Oleh sebab itu, pada umur satu minggu anakan kambing boer sudah harus disediakan pakan dari sumber yang sama dengan ibunya. Meskipun masih menyusu, mereka akan mulai belajar makan hijauan di usia yang sangat muda agar saat susu si induk mengering mereka tetap masih dapat asupan makanan. Jangan lupa juga untuk selalu menyediakan air minum setiap saat, hal ini sangat penting dan baik untuk sang induk maupun anak kambing boer. Pada usia 5 bulan anak kambing boer sudah siap diual. ( baca : 12 Manfaat susu kambing untuk manusia )

Harga

Kita sudah banyak bahas mengenai ciri dari kambing boer dan cara perawatannya yang baik dan benar. Sekarang kamu pasti ingin tahu kan berapa harganya? Yap, dengan keunggulan serta bobot tubuh yang besar dari kambing lain jelas bahwa harga kambing boer lebih mahal disbanding harga kambing yang pada umumnya. Sebagai contoh, kambing kacang atau kambing jawa lokal dijual dengan harga kisaran 500 ribu – 1 juta per ekornya. Sedangkan kambing Senduro atau Etawa Putih yang bisa dijadikan kambing perah dan pedaging dijual dengan harga berkisar 2 – 3,5 juta per ekornya.
Bagaimana dengan kambing boer? Kambing boer dijual bedasarkan seberapa murninya kambing boer tersebut, karena biasanya kambing boer galur murni tidak dijual hanya di kawin silangkan saja. Maka ada yang disebut keturunan F1 (50% darah Boer), F2 (75% darah Boer), F3 (87,5% darah Boer), F4 (93,75% darah Boer) dan F5 (96,88% darah Boer). Untuk kambing boer keturunan F1 saja sudah dibandrol 1,8 juta rupiah per ekornya, itu harga minimalnya untuk kambing boer betina sedangkan yang jantan lebih mahal sekitar 2,5 juta rupiah per ekornya. Untuk keturunan F2 dan F3 lebih mahal lagi sekitar 2,5 – 9 juta dan yang paling mahal adalah kambing boer setara murni atau F4 dan F5 (Boer kelas super) harganya bisa mencapai 8 – 20 juta per ekornya.
Tapi gak masalah kok walau cuma mampu membeli keturunan F1 yang hanya memiliki 50% darah Boer, karena keturunan ini juga membawa kecendrungan genetik kuat dari Boer. Besar tubuhnya dan kecepatan dari pertumbuhannya akan bergantung pada kambing lokal yang dikawinkannya, biasanya kambing Boer dikawinsilangkan dengan jenis Jawa Randu atau Etawa.

kenali jenis kambing

Jenis Kambing Pedaging Lengkap Beserta Dengan Foto Gambar


Kambing Kacang
Kambing kacang merupakan kambing yang pertama kali dikembangkan di Indonesia. ini Ras unggul yang memiliki badannya kecil. Tinggi gumba pada yang jantan 60 sentimeter hingga 65 sentimeter, sedangkan yang betina 56 sentimeter, Bobot pada yang jantan bisa mencapai 25 kilogram, sedang yang betina seberat 20 kilogram. Telinganya tegak, berrambut lurus dan pendek.
Di Jawa, kambing ini di sebut kambing Jawa. Kambing kacang tidak memiliki garis keturunan yang khusus karena sebagian besar sistem perkawinannya terjadi di lingkungan yang  lapang.
CIRI – CIRI KAMBING KACANG :
  • Tubuh kambing kacang relatif kecil. Telinganya tegak, berbulu lurus dan pendek. Umumnya warna bulu kambing kacang tunggal yaitu : putih, hitam, coklat, atau kombinasi ketiganya.
  • memiliki dua tanduk pendek.
  • Berat tubuh jantan dewasa bisa mencapai 30 kg dan betina dewasa mencapai 25 kg.
  • Tinggi yang jantan 60 – 65 cm, sedangkan yang betina 56 cm.

Kambing Etawa (Kambing Jamnapari )
2
Kambing Ettawa atau dikenal juga dengan nama Kambing Jamnapari, jenis kambing yang memiliki dua tipe fungsi yaitu sebagai kambing penghasil susu maupun kambing untuk penghasil daging.
CIRI – CIRI KAMBING ETAWA :
  • Hidung melengkung dan rahang bawah lebih menonjol
  • Daun telinga panjang, lebar terkulai ke bawah.
  • Badannya besar, tinggi gumba yang jantan 90 sentimeter hingga 127 sentimeter dan yang betina mencapai 92 sentimeter. Bobot jantan kira –kira bisa mencapai 91 kilogram, sedangkan betina hanya mencapai 63 kilogram.
  • Dahi dan hidungnya cembung. mempunyai tanduk pendek mengarah ke belakang dan ke samping

Kambing Jawarandu (Jawa Randu)
3
memiliki nama lain Bligon, Gumbolo, Koplo dan Kacukan
Kambing Jawarandu merupakan kambing hasil persilangan antara kambing Etawa dengan kambing Kacang. Kambing ini memliki ciri separuh mirip kambing Etawa dan sebagian serupa dengan kambing Kacang. Kambing kacang dapat menghasilkan susu sebanyak 1,5 liter per hari.
Nama lain kambing jawarandu adalah  Bligon, Gumbolo, Koplo dan Kacukan. Jenis kambing ini hasil silangan dari kambing peranakan ettawa dengan kambing kacang, sifat fisik kacang lebih dominan.
CIRI – CIRI KAMBING JAWARANDU :
  • Tubuhnya lebih kecil dari kambing ettawa, bobot kambing jantan dewasa dapat lebih dari 40 Kg, sedangkan betina dapat mencapai bobot 40 Kg.
  • mempunyai tanduk
  • Memiliki telinga lebar terbuka, panjang dan terkulai

Kambing Boer 
5
Asalnya dari Afrika Selatan dan telah menjadi hewan ternak yang ter-registrasi selama lebih dari 65 tahun. Kata “Boer” memiliki arti petani. Kambing boer merupakan kambing pedaging karena pertumbuhannya sangat cepat.
Kambing ini mudah beradaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan sehingga tidak mudah terserang penyakit dan dapat hidup di kawasan semak belukar, lereng gunung yang berbatu atau di padang rumput. Hewan ini lebih menyukai daun-daunan, tanaman semak daripada rumput.
CIRI – CIRI KAMBING BOER :
  • Kambing Boer Jantan
Memiliki postur tubuh yang kokoh dan kuat. Juga memiliki Pundak yang luas dan ke belakang dipenuhi dengan pantat yang berotot.
  • Kambing Boer Betina
pertumbuhannya seperti jantan, tetapi kalau di amati betina ini sangat feminine karena kepala dan leher ramping juga mempunyai sifat yang  sangat jinak, tidak banyak berulah. masa kehamilan kambing boer betina selama 5 bulan dan mampu melahirkan tiga kali dalam dua tahun.

Kambing Saanen
6
kambing ini dari lembah Saanen, Swiss bagian barat. Ini salah satu jenis kambing penghasil susu kambing yang terkenal.
Kambing ini sulit berkembang di wilayah tropis karena peka terhadap matahari. Akhirnya jenis kambing ini di Indonesia disilangkan dengan jenis kambing yang lebih resisten dalam lingkungan yang  bercuaca tropis dan tetap diberi nama kambing saanen, antara lain dengan kambing peranakan etawa.
Ciri-ciri kambing saanen adalah :
  • bulunya pendek, warnanya putih atau krim dan ada titik hitam di hidung, telinga dan di kelenjar susu.
  • Hidungnya lurus dan muka berupa segitiga.
  • Telinganya sederhana dan tegak ke sebelah dan ke depan.
  • Ekornya tipis dan pendek.
  • Jantan dan betinanya bertanduk.
  • Berat dewasa 68-91 kg (Jantan) dan 36kg – 63kg (Betina), tinggi ideal kambing ini 81 cm dengan berat 61 kg, di saat tingginya 94 cm beratnya 81 kg.
  • Produksi susu 740 kg/ms laktasi.
Kambing Marica
7
Jenis kambing kacang salah satunya juga kambing merica.
Kambing Marica ini terdapat di Provinsi Sulawesi Selatan ini salah satu genotipe kambing asli Indonesia yang menurut laporan FAO sudah termasuk kategori langka dan hampir punah (endargement). populasi kambing Marica di daerah : Kabupaten Maros, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sopeng dan daerah Makassar di Propinsi Sulawesi Selatan.
        Ciri – ciri kambing marica :
  • Kambing Marica dapat beradaptasi baik di daerah agro-ekosistem lahan kering, dimana curah hujan sepanjang tahun sangat rendah.
  • Kambing Marica dapat bertahan hidup pada musim kemarau walau hanya memakan rumput-rumput kering di daerah tanah berbatu-batu.
  • telinganya tegak dan relatif kecil pendek dibanding telinga kambing kacang. Tanduknya pun berukuran pendek dan kecil tapi jenis kambing ini lincah dan agresif.
KAMBING SAMOSIR / Kambing Putih, Kambing Batak
8

keunikan kambing samosir adalah kambing samosir ini  dipelihara secara turun temurun di daerah Pulau Samosir, di tengah Danau Toba, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Untuk penduduk setempat yang menganut agama aninisme ( Parmalim ) pada awalnya Kambing Samosir udi gunakan untuk bahan upacara persembahan pada acara keagamaan
     Ciri – ciri kambing samosir :
  • jenis kambing lokal Samosir ini hampir serupa dengan kambing Kacang yang ada di Sumatera Utara, yang membedakannya dengan kambing Kacang adalah penotipe warna tubuh yang dominan putih dengan hasil observasi 39,18% warna tubuh putih dan 60,82% warna tubuh belang putih hitam.
KAMBING MUARA
dapat di temukan  di daerah Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara di Propinsi Sumatera Utara. Kambing Muara ini terkadang beranak dua sampai empat, tetapi. Walaupun anaknya empat semua dapat hidup sampai besar meski tanpa pakai susu tambahan dan pakan tambahan.
Ciri – ciri kambing muara :
  • warna bulu bervariasi antara warna bulu coklat kemerahan, putih dan ada juga berwarna bulu hitam
KAMBING KOSTA
 10
Kambing ini diduga terbentuk berasal dari persilangan kambing Kacang dan kambing Khasmir (kambing impor). Kambing Kosta ada  di Kabupaten Serang, Pandeglang, dan disekitarnya serta ditemukan juga dalam populasi kecil di wilayah Tangerang dan DKI Jakarta.
Selama ini masyarakat mungkin hanya mengenal Kambing Kacang sebagai kambing asli asal Indonesia, namun terkadang karena bentuk dan performa Kambing Kosta menyerupai Kambing Kacang, seringkali sulit dibedakan antara Kambing Kosta dengan Kambing Kacang, padahal kalau diamati secara seksama ada perbedaan yang cukup signifikan.
Ciri – Ciri  Kambing Kosta :
  • terdapatnya motif garis yang sejajar pada bagian kiri dan kanan muka,
  • bulu rewos di bagian kaki belakang mirip bulu rewos pada Kambing Peranakan Ettawa (PE),
  • Tubuh Kambing Kosta berbentuk besar ke bagian belakang sehingga cocok dan potensial untuk dijadikan tipe pedaging.
KAMBING GEMBRONG
 11
kambing Gembrong berasal dari daerah kawasan Timur Pulau Bali terutama di Kabupaten Karangasem. Asal usul kambing gembrong ini belum bisa dipastikan. Tapi yang mengira kambing ini  merupakan persilangan antara kambing Kashmir dengan kambing Turki. Perkiraan  ini didasarkan pada ciri-ciri fisik kambing yang hampir mirip dengan kambing gembrong.
Ciri – ciri kambing gembrong :
  • berbulu panjang dan panjang bulu bisa berkisar 15-25 cm, bahkan bulu/rambut pada bagian kepala kambing gembrong bisa sampai menutupi muka dan telinga.
  • Rambut panjang juga dimiliki kambing jantan, sedangkan kambing Gembrong betina berbulu pendek berkisar 2-3 cm.
Kambing Boerawa
12
jenis kambing ini adalah hasil persilangan jantan boer dengan betina peranakan kambing etawah, yang akhirnya di beri nama boerawa.
nama kambing boerawa ini sebenarnya singkatan dari peranakan etawah dengan boer. hasil persilagan ini mulai berkembang dan jumlahnya semakin banyak di daerah lampung, meski upaya ketika melakukan persilangan kambing boer dengan kambing etawa yang di lakukan  di beberapa daerah provinsi misalnya seperti daerah sumetra utara dan Sulawesi selatan.

Kambing Barbari
13
kambing barbari adalah kambing yang di temukan di daerah india di wilayah bagian utara serta wilayah Pakistan barat, kambing ini postur tubuhnya lebih kecil jika di bandingkan dengan postur tubuh kambing ettawa dan kambing beetal, kambing ini cukup di kenal di daerah india karena kambing ini penghasil susu.
Ciri – Ciri jenis kambing barbari :
memiliki bulu yang pendek yang biasanya wrna bulu pendek tersebut putih desertai bercak coklat.
– untuk tinggi gumba kambing jantan kisaran 66cm – 76 cm.
– untuk tinggi gumba kambing betina kisaran 60 cm – 71 cm.
– bobot atau berat untuk kambing yang telah dewasa biasanya sekitar 27-36 Kg
– jenis kambing ini di sangat di mamfaatkan dengan baik sebab kambing ini  memprosuksi susu yang cukup baik dan cukup banyak, pernah ada catatan bahwa kambing ini bisa memperoleh susu 254 hari selama periode berkembangnya laktasi bisa menghasilkan susu 144 Kg.

Kambing Beetal
 14
kambing beetal adalah jenis kambing yang di temukan di daerah punyab distrik india, Lahore ( Pakistan barat ), Rawalpindi. kambing ini juga salah satu jenis kambing yang di anggap penting di Negara india, walau kalau kita lihat sepintas kambing ini serupa dengan jenis kambing jamnapari dan memang sering kali kita tahu bahwa jenis kambin gini bersaudaraan dengan kambing jamnapari, karena mukanya ‘ roman nose’ dengan telinga yang panjang tapi lebih kecil dari kambing ettawa tapi ini sebenarnya membuat jenis kambing ini tampak seperti ada darah ettawa.
Ciri – Ciri kambing Beetal :
  • tubuh kambing biasanya di temui bewarna merah coklat dan memiliki bercak belang – belang putih.
  • untuk tinggi gumba kambing jantan kisaran 89 cm
  • untuk tinggi gumba kambing betina kisaran 84 cm
  • bobot atau berat tubuh kambing betina kira- kira bisa mencapai 45Kg
  • selama 224 hari saat periode laktasi kambing ini mampu menghasilkan susu kira – kira sebanyak  195 Kg.
  • dalam setahun kambing beetal hanya 2 kali melahirkan, dan dengan jumlah anak 1 atau kembar ( 2 kambing ) untuk satu kali periode melahirkan.

Kambing Damaskus
15
Didaerah timur tengah di antara kambing penghasil susu kambing damaskus ini adalah salah satu kambing yang justru terpenting di sana. banyak yang memelihara kambing ini di daerah wilayah libanon,Cyprus dan Syria. kambin gini memiliki keunikan tersendiri, mengapa ? sebab kambing ini tidak memiliki tanduk baik itu kambing damaskus jantan ataukambing damaskus betina.

Ciri – ciri jenis kambing damaskus :
  • kambin gini memiliki bulu yang biasanya di temui bewarna merah atau putih & merah.
  • memiliki wajah/muka yang konveks
  • memiliki telinga yang menggantung & panjang
  • untuk gumba kambing jantan kisaran 75 cm
  • untuk gumba kambing betina kisaran 70 cm
  • bobot atau berat kambing betina dan kambing jantan sekitar 40 – 60 Kg.
  • dalam jangka waktu sehari kambing damaskus dapat menghasilkan susu sebanyak 3 – 4 liter, yang kalau kita rata – rata kan dalam jangka waktu 8 bulan kambing damaskus ini berarti dapat menghasilkan susu sebanyak 300 – 600 Liter.
  • kambin gdamaskus juga memiliki kesuburan yang cukup baik jika di bandingkan dengan jenis kambing sannen, mengapa ? karena kambing damaskus ini bisa menghasilkan 1,76 cempe di tiap kelahirannya.

Kambing Aoudad
15
di amerika jenis kambing aoudad ini sering di sebut barbari yang berarti “ domba “, padahal sebenarnya ini bukanlan domba. jenis kambing ini sebenarnya untuk kedatangannya sendiri berasar dari afrika utara di wilayah Barbary coast dan karena menemukan disitu pada akhirnya di namai Barbary.
jenis kambing ini memiliki keunikan tersendiri, mengapa ? sebab aoudad ini memberikan jembatan antara kambing dengan domba, tapi bukan berarti aoudad bukan spesies sejati, mereka teteap spesies  sejati bukan terkategori hibrida.
Ciri – ciri Aoudad :
  • mempunyai ciri – ciri yang di ambil dari kambing dan domba, seperti : kadar protein dalam darah aoudad inimengandung 50% darah kambing dan 50% domba.
  • untuk berat pada aoudad berkelamin jantan sekitar 110 – 350 pounds
  • untuk berat pada aoudad berkelamin betina sekitar 90 – 125 pounds
  • tinggi aoudad jantan 36 – 39 inch
  • tinggi aoudad betina lebih pendek 5 inc dari jantan.
  • tidak soal betina atau jantan kambing ini memiliki tanduk

Kambing Bagot
16
kambing bagot adalah kambing yang tertua di inggris yang di ternakan awalnya pada tahun 1957, sejarah kambing ini bisa masuk ke Negara inggris sebenarnya bermula dari adanya perang salib di wilayah lembah rhone. walau kadang kambing ini sulit di bedakan dengan domba, tapi kita bisa coba bedakan dari ciri – ciri kambing bagot berikut.
Ciri – ciri kambing bagot :
  • kambing ini memiliki ekor menghadap ke atas
  • tanduk kambing ini lebih besar dari domba dan mengarahke atas
  • untuk jenis kambing berkelamin jantan memiliki janggut, dan memiliki dahi yang cembung

Kambing Appenzell
17
Jenis kambing ini pada mulanya berkembang di Negara swiss di wilayah daerah sekitaran canton Appenzell, yang di kembangbiakan dengan mengawinsilangkan antara Appenzell dengan jenis kambing saanen.
Ciri – ciri kambing Appenzell :
  • Mmeiliki bulu yang bewarna putih dan panjang ( sedang )
  • postur tubuhnya cukup menarik lebih lebar tetapi lebih kecil dari kambing sannen
  • untuk jantan tingginya sekitar 75 – 85 cm
  • bobot atau berat tubuh jantan sekitar 65 Kg
  • untuk betina tingginya sekitar 70-80 cm
  • bobot atau berat tubuh betina sekitar 45 Kg
  • dalam 270 hari dapat menghasilkan susu sebanyak 700-800 Kg


Berhenti Sebagai Dosen Ibu ini Justru Sukses Ternak Kambing

Berternak kambing bisa dilakukan oleh siapapun, Ibu Vita adalah salah satu peternak kambing terkoleksi, kandang ternak kambing modern yang t...